Tiap
Manusia diciptakan dengan sifat ingin memiliki, memiliki keinginan bahwa apa
yang diinginkan akan tetap bisa menjadi milik nya. Menginginkan bahwa setiap apa
yang direncanakan kedepan akan berjalan sesuai dengan apa yang di pikirkan nya.
Hidup bukan seprti apa yang kita inginkan bukan seprti apa yang kita mau,
kecewa sering kali timbul dhati masing masing. Kecewa dan pasrah kpd
tuhan. Jika tersadar bahwa keadaan g sprti
apa yang kita pikirkan sekrang mungkin g
akan terjadi sekecewa ini. jika mengetahui dari awal apa yang direncanakan dan
apa yang terjadi sekrng hanyalah semu g akan pernah untuk melanjutkan apa yang
di rasa sekrang ini. jika aku tau bahwa
aku bukan yang sempurna kenapa diharuskan ada pertemuan seperti ini. terkadang
menyesali karena terlalu jauh untuk memilki nya . bagaimana bisa aku
melanjutkan perjalanan jika aku dalam keadaan tanpa ada senyuman di bibirku?.
bagimana bisa keadaan aku bisa membaik jika semua yang aku harapkan tak sesuai
dengan apa yang aku mau, usaha ku tlah lelah ,besar kemungkinan hal terburuk
dari ini akan terjadi lebih parah dari ini. tuhan mengujiku, menguji disetiap
nafas ku. Ini menyiksa aku tapi aku tau tuhan berikan setiap hembusnya adalah
kebaikan. Disini aku, hidup sndiri diantara orang orang yang aku kenal tapi g
mengenali aku. Ku tutup wajah ku menangis ketika sadar aku hanya orang bodoh
yang penuh dengan kekecewaan. Aku diam,
ini yang bisa aku lakukan saat ini. melihat semua kebohongan yang mereka buat pd
aku. Mereka bermain seceria mereka, mereka melupakan jika mereka bahagia mereka
dtang saat hitam menyelimuti mereka. Bukan, aku bukan seperti merkea yang bisa
menghibur hati kalian yang terkadang penuh dengan hitam itu. Aku bukan tempat
pelarian kalian. Bukan bukan aku. Aku dsini, berjalan n duduk dalam diam.
Menunduk aku merasakan yang terjadi. Seperti g menyngka tuhan berikan seperti
ini. tangisan ku memberikan sedikit ketenangan. Aku ingin mundur menghilang
sejauh jauhnya hingga mereka hany bisa mengingat dan mengenang aku. Dan dari
kejuhan ku lihat mereka menyesali ketika mereka menyakiti aku, menyia nyiakan
aku. Kan ku lihat lagi mereka yang bahagia melihat kepergian aku. Kulihat lagi akan
ada sebuah tangisan perpisahan. Aku berbaring ditempat dimana aku merasa
nyaman selayaknya sepi ku tak untuk riang
ketika yang ku harap g seperti apa yang aku harap. Ku palingkan tubuhku, menangisi disetiap
sudut dimana aku tak memberikan
kebahgiaan kepada mereka yang mencintai aku, menyadari ketika aku tersakiti dan
harus melembutkan hati selembut lembutnya kepada sang musuh besar. Bagaiman
bisa ini terjadi? Menahan semua nya dalam hati sakit ini, selalu saja aku
memulihkan rasa ku.serasa dingin tubuh ini, entah angin a pa ini mengapa dingin
seperti ini?? ku eratkan pelukan di dada ku. Tuhan jika setelah banyknya
kekecewaan yang aku dapat didunia ini engkau tak memberikan kesempatan untuk
aku untuk bahgia didunia aku akn diam tuhan. Aku akan berada disisi mu dan g
akan memiliki keinginan byk tuhan. Jika nanti senyum dalam foto ku bisa
meredakan kerinduan mereka terhadap aku jadikan senyuman itu sebuah ibadah
untuk ku tuhan. Semakin erat ku peluk diri ini g sanggup aku menhan ini, bibir ku bergetar dingin namun tubuhku
hangat. Hentikan rasa dingin ini tuhan aku g sanggup menahan nya hati ku
terlalu sakit dan jgn kau berikan dingin ini tuk bekukan hati. Aku masih ingin
merasakan cinta nya, masih ingin juga aku mendengar suara nya tuhan, belum
sempat aku tuk bertemu dengan nya. Ijinkan aku tuhan, setelah itu aku pasrah.
Mata ku masih basah kan air mata samar samar ku lihat mereka menuliskan isi
hati mereka dsetiap sudut, mengungkapkan kebahagiaan mereka. Bagaimana dengan
aku? Bagaimana dengan aku disini? Dengan mudahnya mereka meraih kebahagiaan.
Ingat ku sempat aku merasa baik dan tersenyum karna itu tapi dbalik itu semua.
Keretakan yang ku rasa. Tak berhenti aku
menangisi itu semua dngan kelemahan ku, niat
tuk selalu membahagiakan dia, buat dia tersenyum, segala sesuatuu ku
buat dengan ide ide ku yang konyol. Tapi ini yg terjadi ketidak adilan
terhadapku dan semua kebohongan itu. Harapan dan harapan kepalsuan. Dingin ku
tlah hilang namun sepi dan kesedihn ku masih mendekap ku. Ku arahkan tubuh ku
langit melihat awan bergerak seperti tak d beban. Hasrat ku berbicara aku ingin seprti dia. Ku
pejam mata ku lembut ku coba membebaskan penat ini, senyum ku tersibak , hati
ku berkata aku akan bertahan dengan sisi lainnya aku, aku akan melupakan dia
yang tak pernah tulus terhadap aku. Ku lepaskan dia aku ikhlas tuhan bawa aku
pergi, bawa aku pergi ketempat dimana aku bisa merasakan ketenangan dan
kenyamanan.jangan beri aku sakit itu lagi gantikan itu dengan kebahagiaan n
senyuman. Degup jantung ku terhenti tapi aku tetap tersenyum menatap langit
itu, tuhan membawa ku sekrang, ketenangan yg aku rasa walau masih tertahan air mata
ini merasakan perih, kini aku menghadap kematian atau aku hanya tdr sesaat
entahlah…